Blogger templates


makalah

AKHLAK TERPUJI

Latar Belakang

Agama Islam telah mengajarkan kepada semua pemeluknya agar menjadikan dirinya sebagai manusia yang berjiwa Sua’ dan Luhur, memiliki kepribadian yang mulia; lebih dari itu agar menjadikan dirinya sebagai manusia yang bergna bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Rasulullah SAW di utus oleh Allah SWT ke dunia ini dengan maksud agar dapat dijadikan suri tauladan bagi umatnya. Karena itu dari Nabi telah di lengkapi dengan sifat-sifat yang benar dan terpuji, seperti : berani, jujur, menepati janji, sabar, pemaaf, pemurah, ikhlas, hidup sederhana, syukur nikmat dan sebagainya. Ia telah dilindungi dari sifat-sifat yang tercela.
Sebagai manusia biasa, kita tidak mungkin dapat mengikuti seluruh sifat-sifat Nabi itu. Namun dengan demikian sebagai manusia Muslim sekaligus mukmin seyogianya kita berusaha untuk mencontoh sifat-sifat yang baik dari Nabi dan menghindarkan diri dari sifat-sifat yang tercela.B. Tujuan
Untuk mengembangkan kehidupan beragama sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Serta berakhlak mulia.

Tujuan

Untuk mengembangkan kehidupan beragama sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Serta berakhlak mulia.



AKHLAK TERPUJI DAN TERCELA



A. Akhlak Terpuji
Akhlak terpuji merupakan akhlak atau sifat-sifat yang baik, contohnya : Optimois,Iklas ,Jujur menepati janji amanah ,sabar ,pemaafdan banyak sifat yang lainnya.
Dari sekian banyak sifat-sifat terpuji dapat disimpulkan menjadi beberapa kelompok yang mencakup semua sifat atau akhlak terpuji yaitu :
1. Memelihara Harga Diri
Agar kita dapat memelihara harga diri dan sekaligus meningkatkan kepribadian yang luhur serta dihargai orang lain. Maka hendaklah kita membekali diri dengan sifat dan perbuatan yang positif. Diantara sikap dan perbuatan itu adalah :
a. Optimis atau mempunyai cita-cita yang tinggi, yakni keinginan yang dibarengi dengan usaha yang sungguh-sungguh dan penuh kesabaran.
b. Ikhlas, yaitu mengerjakan segala sesuatu, baik yang berhubungan dengan Allah (beribadah) maupun sesama manusia hendaklah dengan perasaan ikhlas tanpa paksaan.
c. Jujur, yaitu sifat atau sikap seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya, apa adanya tidak ditambah dan tidak pula dikurangi.
d. Amanah artinya dapat dipercaya lawannya khianat artinya tidka dapat dipercaya.




Asy Syaja’ah

Dalam bahasa Arab kata “Syaja’ah” berarti “berani” atau keperwiraan dalam arti yang sebenarnya adalah “Berani menghadapi bahaya atau penderitaan dengan penuh ketabahan sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Al Qana’ah

Al Qana’ah adalah rela menerima apa yang diterimanya, bersikap terbuka dan menjauhkan diri dari sikap tidak puas.
Adanya sifat qana’ah pada diri seseorang bukan berarti hanya menganggap cukup dan menerima sesuatu, kemudian bermalas-malasan tidak mau berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kehidupannya. Akan tetapi seandainya sudah berusaha seamksimal mungkin, dengan cara yang wajar, namun hasilnya belum sesuai dengan apa yang dicita-citakan, maka ia dengan rela hati menerima hasil tersebut.
Apabila sifat dan sikap qana’ah itu melekat pada diri seseorang biasanya orang tersebut selalu merasa tentram dalam kehidupannya.
Orang yang mempunyai sifat qana’ah berpedirian, bahwa apa yang diperoleh atau apa yang ada pada dirinya, semuanya sudah menurut kadar dan ketentuan Allah. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT “Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya (Hud : 6).

Persaudaraan dan Persatuan

Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang lemah, sehingga tidak mungkin hidup seorang diri. Setiap orang membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, artinya manusia itu harus bersama-sama dengan orang lain. Oleh karenanya secara kodrati manusia dalam kehidupannya harus bersaudara dan membentuk persatuan, yang telah dijelaskan dalam Surat Al Hujrat ayat 13 dan Ali Imron ayat 103.

Akhlak Tercela

Akhlak tercela merupakan akhlak atau sifat-sifat yang buruk yang harus dijauhi, berikut ini contoh sifat-sifat yang tercela antara lain :

Sifat Buruk Sangka dan Bahayanya

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata-kata “Suu-uzh-zhan” artinya buruk sangka. Suu-uzh-zhan maksudnya ialah menetapkan sesuatu berdasarkan goresan jiwa yang mengarah kepada kejelekan dan keburukan terhadap orang lain. Misalnya : menyangka atau menuduh seseorang melakukan pencurian padahal ia tidak pasti dan tidak dapat menunjukkan bukti-bukti perasangkaan atau tuduhan itu. Kebalikan dari sifat buruk sangka adalah “Husnuzh-zhan” artinya berbaik sangka, yakni menetapkan sesuatu dengan perkiraan atau dengan yang baik. Suu-uzh-zhan termasuk akhlak tercela. Perasangka telah dijelaskan dalam Al-quran surat Al-Hujarat ayat 12.

Sifat Hasud atau Dengki

Hasud menurut bahasa artinya dengki, menurut istilah ialah berusaha untuk menghilangkan kenikmatan yang diperoleh orang lain, supaya nikmat itu berpindah kepada dirinya atau seupaya nikmat itu pindah dari orang yang di dengkinya.
Dalam pendangan Islam maupun menurut pandangan masyarakat kita, hasud ini termasuk akhlak tercela, karena orang yang menyimpan sifat hasud itu, dia tidak merasa senang melihat teman atau orang lain mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan. Bahkan ia bercita-cita agar orang yang mendapat kebahagiaan itu tercela dan selalu dalam kesengsaraan.
Rasulullah SAW mengharapkan dan melarang kita umat Islam memiliki sifat hasud atau dengki yang bunyi Sabdanya : “Dan jangalah kamu berdengki-dengkian dan janganlah kamu berbenci-bencian”. (H.R. Muslim)

Sifat Suka Mencari Kesalahan Orang Lain

Sifat mencari kesalahan orang lain dinamakan “Tajassus dan Tahasus”. Tajassus dan Tahasus ini adalah sifat tercela dan dilarang dalam agama.
Tajassus, artinya berusaha meneliti dan mencari kesalahan dan kejelekan-kejelekan orang lain. Tahasus, artinya berusaha mendengar-dengarkan pembicaraan orang, dengan maksud meneliti da mencari kejelekan dan kelemahan orang lain.

Sifat Memfitnah dan Adu Domba

Yang dimaksud fitnah, ialah segala macam perbuatan yang dilakukan secara halus dan rahasia melalui hasutan-hasutan dengan tujuan mencelakakan atau menyusahkan orang lain.
Bentuk perbuatannya : mengadu domba, menganiaya, menggoda, memcah belah dan lain-lain. Memfitnah termasuk salah satu perbuatan tercela dan sangat jahat, oleh karena itu kita wajib menghindari dan menjauhi perbuatan fitnah dan Allah menjelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 217.














PENUTUP



Kesimpulan
Akhlak terpuji, perlu dimiliki oleh setiap pribadi muslim dan muslimat dalam rangka memlihara harga diri, guna kesempurnaan manusia sebagai pribadi, anggota masyarakat dalam usaha meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Sedang akhlak tercela perlu dihindari dari kehidupan kita.

Saran
Buanglah jauh-jauh akhlak yang tidka baik atau sifat akhlak yang tercela dari setiap lubuk hati kita, sebab sifat-sifat tersebut disamping mengotori jiwa seseorang, juga membahayakan kehidupan masyarakat yang pada gilirannya mengakibatkan terpecah-pecahnya persaudaraan dan kesatuan umat Islam khususnya dan persatuan bangsa pada umumnya
 
2012 haifaku | Blogger Templates | Powered by Blogger.com
Template modified by: Tukang Toko Online